Jumat di Pasar Tua

kampungmanisku

lelaki tua sajadah di sampiran pundak
 berjalan pelan-pelan sebelum adzan 
berkumandang meninggalkan pasar 
yang telah dilengangkan biarkan 
lenguhan ternak sementara 
jadi penghuninya sendirian 
hiruk pikuk percakapan 
lenyap sementara tawar 
menawar adalah menu keseharian 
di antara aroma kotoran yang 
begitu saja berserakan 
jarang ada yang berkeinginan 
membereskan

sesekali aku ke sana 
di petak yang berbeda 
tanpa aroma lenguhan 
meminta jajanan ala kadarnya 
sebelum rambut dicukur ala anak-anak 
dikuncung bagian depan di pagi yang banyak 
menawarkan keramaian 
tukang jamu dengan toa tiada 
henti koar-koar menawarkan 
kasiat dalam seadukan 
gelas warna kuning kecoklatan 
pernah aku juga ikut dalam 
sesapan yang ternyata 
begitu pahit di lidah

lelaki itu membawa pikulan 
mengantarkan 
berkarung-karung beras 
pada pedagang senyuman 
melebar bersama lembaran 
dalam genggaman yang bisa 
dibawa pulang setidaknya 
di rumah dipastikan aman 
kebulan di dapur bisa 
diharapkan  

kampungmanis, 30 Nov 2021

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s